• Jumat, 28 Januari 2022

Puan Maharani dan Aktivis Perempuan Pecinta Kebaya Dukung Kebaya Jadi Warisan Tak Benda Indonesia UNESCO

- Kamis, 30 Desember 2021 | 11:41 WIB
Para Pegiat Kebaya di Kebaya Foundation (Instagram/@kebayafoundation)
Para Pegiat Kebaya di Kebaya Foundation (Instagram/@kebayafoundation)

CERITANEWS - Sejarah yang merentang panjang mengiringi perjalanan kebaya sebagai busana perempuan Indonesia. Konon, kebaya sudah menjadi pakaian para permaisuri dan selir di Kerajaan Majapahit.

Pada catatan resmi Bangsa Portugis, pada abad ke-15 hingga 16 kebaya hanya dipakai oleh para priyayi, yaitu kaum bangsawan pada masa itu. Seiring bergulirnya waktu, kebaya pun ikut dikenakan oleh para pribumi.

Saat ini beragam jenis kebaya terdapat di Indonesia, seperti kebaya Jawa, kebawa Betawi, kebaya Sunda, kebaya Bali, kebaya Madura dan kebaya Melayu. Beberapa tahun terakhir, ketertarikan perempuan Indonesia untuk kembali mengenakan kebaya untuk beraktivitas sehari-hari makin terlihat.

Baca Juga: Sukabumi Diguncang Gempa Berkekuatan Magnitudo 4,1 Pagi Ini

Dengan alasan itulah, sejumlah aktivis perempuan pecinta kebaya yang tergabung dalam Kebaya Foundation getol memperjuangkan agar kebaya bisa menjadi warisan budaya tak benda dari UNESCO.

“Selain mengupayakan kebaya diakui sebagai warisan budaya tak benda dari UNESCO, kami juga ingin pemerintah mendedikasikan satu hari sebagai Hari Kebaya yang masuk dalam agenda hari penting nasional seperti halnya hari batik yang dicanangkan pada 2009 silam,” kata Ketua Kebaya Foundation Tuti Roosdiono di sela-sela peringatan Hari Ibu bersama Ketua DPR RI Puan Maharani, di Gedung DPR/MPR, Kamis (23/12) pekan lalu.

Kebaya Foundation menilai bahwa melestarikan kebudayaan merupakan bentuk pelaksanaan Undang-undang No 5 tahun 2017. Kebaya Foundation telah proaktif melakukan upaya memajukan kebudayaan dengan melestarikan Kebaya sebagai busana identitas bangsa.

Tuti dan Lebih dari 20 orang perempuan mengenakan kebaya kutubaru bermotif bunga yang dipadankan dengan batik sogan hadir di lobby Nusantara di Gedung DPR RI bersama Penyanyi Krisdayanti atau biasa disapa KD, yang juga selaku anggota Komisi IX DPR RI.

 “Saya selalu menyempatkan waktu kalau diundang atau diajak untuk terlibat dengan gerakan yang mendukung kebudayaan kita, seperti yang dilakukan oleh Kebaya Foundation ini. Sejak 2019 lalu, saya dan juga teman-teman perempuan di fraksi PDI Perjuangan juga mendukung dan ikut berpartisipasi meramaikan gerakan Selasa Berkebaya yang mulai digagas pada 2019 lalu. Jadi, tiap Selasa, kami ke kantor dan beraktivitas dengan mengenakan kebaya,” terang KD.   

Halaman:

Editor: Eko Budiarso

Tags

Terkini

X